Jumat, 26 April 2019

﴾ Spesial Persiapan Nikah ﴿ ♻ Bagian 6



๐Ÿ”ต57. Ingat & catat : Persiapan finansial #Nikah sama sekali TIDAK bicara tentang berapa banyak uang, rumah, & kendaraan yang harus anda punya.

๐Ÿ”ต58. Persiapan finansial #Nikah bicara tentang kapabilitas hasilkan nafkah, wujudnya upaya untuk itu, & kemampuan kelola sejumlah apapun ia.

๐Ÿ”ต59. Maka memulai per #Nikah-an, BUKAN soal apa anda sudah punya tabungan, rumah, & kendaraan. Ia soal kompetensi & kehendak baik menafkahi.

๐Ÿ”ต60. ‘Ali ibn Abi Thalib memulai #Nikah bukan dari nol, melainkan minus : rumah, perabot, dll dari sumbangan kawan dihitung hutang oleh Nabi ๏ทบ

๐Ÿ”ต61. Tetapi ‘Ali menunjukkan diri sebagai calon suami kompeten ; dia mandiri, siap bekerja jadi kuli air dengan upah segenggam kurma.

๐Ÿ”ต62. Maka sesudah kompetensi & kehendak menafkahi yang wujud dalam aksi bekerja -apapun ia-, iman menuntun: #Nikah itu membuat kaya (QS 24: 32)

๐Ÿ”ต63. Agak malu, Salim juga minus saat nikah ; hutang yang terrencanakan terbayar dalam 2 tahun menurut proyeksi hasil kerja saat itu.

๐Ÿ”ต64. Tetapi Allah Maha Kaya, dan #Nikah menjadi pintu pengetuknya. Hadirnya isteri menjadi penyemangat ; hutang itu selesai dalam 2 bulan.

๐Ÿ”ต65. Buatlah proyeksi nafkah #Nikah secara ilmiah & executable, JANGAN masukkan pertolongan Allah ๏ทป dalam hitungan, tapi siaplah dengan kejutanNya

♻ Selesai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika artikel ini bermanfaat, bantu share artikel ini. Lets change the world together :)