Sabtu, 05 Desember 2015

Itu Istri Ane, Akh

Ia adalah Najib...seorang laki2 yang baru saja ikutan halaqoh....
Belum lama ia ikut halaqoh. Ghirahnya utk belajar sangat tinggi.. Sekarang ia tau apa bedanya akhwat dengan wanita biasa... Ia bertekad "suatu saat aku akan menikah dengan akhwat" begitu keyakinannya dalam hati.

Suatu hari...
setelah ia pulang dari halaqahnya, dilihatnya seorang penumpang akhwat dalam angkot yang baru saja ia naiki...
"Hmm... ada akhwat.. subhanallah.."Bisik hatinya... Tak terasa gang rumah Najib sudah terlewat... Bukan krn tak sengaja terlewat tapi ia sengaja ngga turun...
Ia ingin tau dimana akhwat itu turun.....

Sudah sejauh ini perjalanan... diliriknya itu akhwat tengah asyik membaca buku sedari awal Najib naik angkot...
Busyet dah, eh masyaallah..
ni akhwat betah banget baca ya... " pikir Najib... "wah..di angkot sepi.. ni akhwat ngga takut apa ya duduk sendirian.. di pojok ..mana cakep lagi...

astaghfirullah....Najib perang batin sendiri.."Ah.aku ikutin ah kasian ni akhwat sendirian.. ntar kalo diculik supirnya gmna coba?"Timbulah niat baik Najib..Naluri melindungi terbesit dlm benaknya..secara akhwat secakep itu diangkot sendirian..

Tiba2 supir angkot
Memecahkan keheningan antara 2 insan yg duduk dibelakang.... "Mas turun dimana?"

Najib : " eh..mmm
.... di ..... sehabisnya mobil ini aja bang..mmm maksud saya sampe terminal" Jawab Najib tanpa memperhatikan si supir...Tak lama kemudian ... sampailah terminal tujuan akhir setiap penumpang... "Ini terminal mas" (Supir angkot mengingatkan) Diliriknya tu akhwat kok ga turun juga...
Apa saking seriusnya ..Krn Najib penasaran..dia beranikan diri bertanya :"mbak...mbak.. udah nyampe terminal kok ga turun? "
Si supir yang mendengar ..tiba2 menyahut...
"Afwan akh,dia istri ane."

#Supir jg ikut halaqah

___________
Sawahkarang, 20 Safar 1437 H

Mengemudi Kehidupan dengan Tujuan Jelas

Pernah bertemu roundabout yang bercabang lebih sepuluh? Di Inggris ada.  Begitu sampai ke ujung jalan menuju roundabout, pilihan harus diambil; apakah ambil yang ketiga, yang kesembilan, atau belokan persis sebelah jalan.

Semua pilihan konsekuensinya sangat berbeda. Ada yang artinya sampai di London, ada yang Manchester, ada yang Aberdeen. Ingat, sekali masuk highway, hanya bisa keluar di kota berikutnya...jika nyasar.

Begitu juga dengan kehidupan keluarga. Akan ada saja keluarga yang seperti pengendara mobil tanpa perencanaan tadi. Pokoknya sopir sudah memiliki mobil (keluarga), di dalamnya sudah ada sopir dan penumpang (istri dan anak). Keluarga ini lalu mengalir begitu saja, sesuai belokan di depan mata. Sesuai berbagai kejadian yang ada. Apapun ujungnya, entahlah. Allah memang memberikan berbagai pilihan hidup, tapi manusia memutuskan mengambil jalan yang mana.

Biasanya saat memulainya, lelaki (atau perempuan) melihat hatinya tergetar karena sosok seorang perempuan (lelaki). Dia akan berusaha mengejarnya hingga bisa membawanya naik mobilnya. Tak peduli apakah tujuan perjalanan lawan jenis itu sama atau tidak dengannya. Bisa jadi dia berniat ke Solo, sedangkan yang bersangkutan sebenarnya sudah berniat mau ke Kalimantan.

Pasti di dalam perjalanan antara sopir dan penumpang bertengkar terus. Beda tujuan soalnya. Apalagi jika di dalam perjalanan, lahir generasi berikutnya yang punya keinginannya sendiri. Terbayang betapa hiruk pikuknya rumah tangga itu karena masing-masing punya cita-cita yang berbeda.

Lain hal jika sebelum mengajak, mereka ini diskusi dulu. Mereka melihat apakah tujuan mereka sama. Jika sama, rute dan jenis transpor apa yang disepakati.Karena jika dari Jakarta, menuju Solo ada beberapa pilihan. Kereta? Pesawat?Bus? Mobil pribadi? Transit di mana? Fasilitas apa?

Dalam berumah tangga, calon suami dan istri harus berdiskusi sejak sebelum menikah. Apa tujuan menikah ini? Jalan mana yang akan ditempuh? Jalan ghuraba-kah alias sepi tak banyak penggunanya? Jalan populerkah? Jalan beresiko pembelokankah? 

Harus pahit-pahit dulu. Tidak usah bicara berbagai bonus dalam perjalanan, misalnya ternyata bisa berhenti dulu di rumah Allah untuk berhaji. Itu sih bonus.

Yang perlu didiskusikan adalah semua yang tidak menyenangkan. Lalu buat komitmen.

Dalam pernikahan, harus ada cetak biru keluarga ini. Sedang variasi pelaksanaan cetak biru, sangat mungkin di tengah berubah.

Tujuannya tetap sama, tapi bisa jadi ambil rute agak berputar karena satu dan lain hal. Dalam cetak biru juga mestinya ada berapa keturunan yang sekiranya diinginkan (ijin dari Allah sudah pasti ya). Setelah ada anak, cetak biru ini tentu harus dikenalkan pada anak. Mereka juga pada saatnya diminta memberikan masukan. Hapal Quran ditargetkan atau tidak, dan seterusnya.

Cetak biru ini menjadi petunjuk perjalanan rumah tangga. Mengapa memilih mengirimkan  anak ke SDIT yang mahal? Karena ada harapan tertentu terhadap anak. Konsekuensinya dana rumah tangga setengahnya terserap pendidikan anak. Akibatnya merambat ke mana-mana. Tapi karena ini demi satu tujuan, maka kondisi ini diterima lapang.

Maka, sudahkah keluarga ini dipastikan tujuannya ke mana? (Maimon Herawati/Dosen Fikom Unpad)

Jumat, 04 Desember 2015

Selamatkan Buah Hatimu

Dari Seminar di Kemang Village, Jakarta.
Pembicara: Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati)
Inilah isi Sharing kisah dari salah satu peserta seminar tersebut:

Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh SMS anak sekarang dengan bahasa membingungkan yang kini disebut bahasa ‘alay'.

Mungkin Anda berpikir, alaaah…SMS alay kan bisa dibaca, meskipun bikin mata dan otak kerja keras dulu untuk tahu maksudnya. But NO! Tidak satu pun dalam ruangan itu yang bisa membaca SMS di layar.

Ternyata SMS itu harus dibaca harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)!

Dan –siap-siap kaget-- isinya adalah:
”Hai, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML (Making Love, red), Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan...”

Seisi ruangan seminar langsung heboh.

Pembicara pun menjelaskan, “SMS sayang-sayangan anak sekarang sudah bukan lagi ‘I love you’ atau ‘I miss you’, tapi ‘Udah lama GA ML (making love-Red)’.

Ini baru awal seminar, tapi mata semua peserta sudah melotot lebar.
Selanjutnya, pembicara menegaskan bahwa anak-anak kita hidup di era digital. Banyak isi media elektronik dan cetak yang bisa diakses anak-anak, namun sebenarnya mengandung unsur pornografi.

Pornografi bisa ‘mendatangi’ anak-anak kita melalui games, internet, ponsel, TV, DVD, komik maupun majalah:

• Games. Berdasarkan penelitian, games pada abad ke-21 menampilkan gambar yang lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja yang tak ada di dunia nyata. Games juga menuntut keterampilan lebih kompleks dan kecekatan lebih tinggi. Ini semua memberikan tingkat kepuasan dan kecanduan yang lebih besar.

Catatan dari pembicara:

Super hati-hati dengan games anak-anak Anda!

a. Ada games action yang berisi permainan tembak-tembakan, namun ternyata jika anak kita berhasil mencapai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan PSK.

b. Ada games berjenis role playing yang inti permainannya adalah tentang bagaimana ‘memperkosa paling asyik’! Anak bisa memilih perempuan model apa yang diinginkan –si perempuan tidak berbusana—lalu tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali. Cursor berbentuk tangan yang digerakkan oleh anak-anak kita.

Seisi ruangan seminar langsung heboh lagi. Gumaman ‘astagfirrullah’ bertebaran di ruangan.

Untuk menghindarinya, pikir baik-baik jika Anda ingin membelikan games untuk anak dan bila anak membeli games sendiri atau meminjam games dari teman. Hati-hati jika di depan sekolah anak-anak atau di sekitar lingkungannya ada warnet! Jenis games yang ada sangat murah dan gampang didapat. Jenisnya sudah di luar perkiraan kita!

• Internet. Situs porno bertebaran di dunia maya. Jangan salah, pembuatnya terkadang anak-anak kita juga! Bahkan untuk mendapatkan uang, mereka menjual video seks mereka sendiri!.

Kami ditunjukkan ribuan video seks yang gampang diperoleh lewat internet.

Catatan dari pembicara:

a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? –> Kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML di tangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil? Siapa takut? –> Bisa aborsi!

• Ponsel. Video-video seks tersebar dengan mudah melalui ponsel. Kapasitas ponsel yang besar memungkinkan si pemilik menyimpan file-file berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak Anda bersih? Bisa jadi dia medapat kiriman gambar/video dari temannya!
Pembicara kami, Ibu Elly, pernah didatangi seorang ibu yang syok karena menemukan gambar vagina seseorang di BB-nya. Setelah ditelusuri, itu milik temen sekolah (perempuan) putranya, yang sering meminjam BB beliau!

• Televisi. Program TV yang masih pantas ditonton bisa dihitung dengan satu tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Jangan salah, iklan pun bisa menyesatkan. Selain itu, jangan anggap enteng sinteron/film Korea/Jepang! Lama-lama anak bisa ‘tercuci otak’ dan terbiasa dengan kekerasan atau seks bebas!

• Komik. Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ada komik-komik tertentu yang tidak kalah ‘seram’ dari novel porno. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan bisa jadi tidak menyiratkan kepornoan apa pun. Tapi di dalamnya, ujung ceritanya ternyata tentang seks bebas.
Dari survei yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dan DVD yang masuk dalam kategori ‘bahaya’adalah NAR***. Hati-hati!

Apa tujuan semua ini? Apa yang ‘mereka’ inginkan dari anak-anak kita?

1. Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki mental model porno.

2. Agar anak-anak kita mengalami kerusakan otak permanen, yang hasil akhir yang diincar adalah incest!

3. Sasaran tembak utama adalah anak-anak yang belum baligh. Jika anak-anak ini sudah mengalami 33--36 ejakulasi, mereka akan menjadi pecandu pornografi. Merekalah pasar masa depan bagi industri pornografi: Perfilman, majalah, musik, jaringan TV kabel, pembuat dan pemasar video games.
Proses kecanduan dan akibatnya:

1. Di dalam otak ada bagian yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC). PFC adalah tempat dibuatnya moral, nilai-nilai, rasa bertanggung jawab untuk perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, kontrol diri, konsekuensi dan pengambilan keputusan. PFC akan matang pada usia 25 tahun.

2. Sekali anak mencoba kenikmatan semu, maka ia akan kebanjiran hormon dopamin (hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus). Akibatnya ia akan merasa senang, tapi kemudian dalam hatinya timbul perasaan bersalah.

3. Saat anak merasa senang (kebanjiran dopamin), ia akan terganggu dalam: Membuat analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, makna hubungan, dan hati nurani. Akibatnya, spiritualitas atau imannya akan terkikis. Anak pun ‘tumbang, memilliki mental model porno yang bisa saja berujung pada incest!

4. Narkoba ‘hanya’ akan merusak tiga bagian otak , tetapi pornografi/seks akan merusak lima bagian!

Kelalaian kita sebagai orang tua:
• Selama ini telah terjadi kesalahan budaya karena ada pemahaman bahwa yang mengasuh anak hanya ibu. Ayah mencari nafkah saja. Bila memang perlu, baru lapor ayah. Ini salah besar. Keluarga Indonesia memerlukan revolusi pengasuhan!

• Orang tua kurang menghabiskan waktu dengan anak dan hanya menjadi weekend parent. Anak diikutkan les sana sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya ‘Bagaimana les-nya tadi? Nilaimu berapa, Nak? Kamu nggak bolos, kan?Kamu bisa ngerjain ujian hari ini?’ Akibatnya, anak-anak menjadi BLASTED (Boring–>Lazzy–> Stressed!)

• Orang tua merasa cukup menyekolahkan anak-anak di sekolah berbasis agama. Penerapannya? Nol besar! Orang tua menyuruh anak salat tepat waktu, sementara orang tua salatnya bolong-bolong. Orang tua berbaju tertutup, tapi anaknya main ke mal hanya memakai rok mini dan tanktop. Anak disuruh les mengaji padahal orang tuanya tidak bisa mengaji!

• Orang tua terkadang hanyut dalam tren. Melihat teman-teman anak di sekolah punya iPod, anak buru-buru dibelikan iPod juga. Orang tua malu karena anaknya hanya punya ponsel jadul yang cuma bisa SMS dan telepon? Anak pun dibelikan BB paling mutakhir.

• Orang tua bisanya memfasilitasi anak dengan gadget terkini, tapi gagap teknologi alias gaptek. Buktinya, baca SMS alay saja nggak bisa! Bagaimana mau mengawasi anak? Karena itu, jadi orang tua harus gaul dan pintar.

• Orang tua membelikan anak gadget/perangkat teknologi tanpa tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan untuk anak.

• Orang tua sekarang adalah generasi orang tua yang abai, generasi orang tua yang pingsan! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah depan komputer, games, ponsel dan TV. Yakin, anak Anda aman?

• Orang tua jarang bisa berkomunikasi secara baik dan benar dengan anak, tidak memahami perasaan anak dan remaja.

Menjadikan anak tangguh di era digital:

1. Hadirkan Tuhan di dalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Tuhan dan taat kepadaNya sejak kecil. Hindari ucapan, ‘Jangan sampai kamu hamil ya! Bikin malu keluarga! Bapak Ibu malu!’ Ini salah besar. Ajarkan bahwa di manapun dia berada, Tuhan tahu apa yang dia perbuat.

2. Perbaiki pola pengasuhan. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi orang tua yang abai dan pingsan.

3. Anak perlu mendapat validasi, yaitu ‘penerimaan, pengakuan dan pujian’. Jangan jadikan anak Anda BLASTED alias Boring –> Lazy –> Stressed!

4. Bimbing anak agar bisa mandiri dan bertanggung jawab pada Tuhan, diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas.

Kiat menangkal pengaruh negatif yang datang melalui:
1. KOMIK
• Cek bacaan anak.
• Baca dulu sebelum membeli.
• Secara berkala, periksa meja belajar/lemari/kolong tempat tidur anak. Ingat, jangan sampai ketahuan anak!
• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan.
• Diskusikan bacaan dengan anak.

2. GAMES
• Perhatikan letak komputer/media video games di rumah.
• Buat kesepakatan dengan anak tentang:
o Berapa kali dalam seminggu boleh bermain games.
o Kapan waktu yang tepat untuk main.
o Games apa yang boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan jika melanggar

• Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating games dalam kemasan games.

Banyak video games memiliki rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak oleh ESRB (Entertainment Software Rating Board -- lembaga pemberi rating untuk games hiburan) lalu diubah rating-nya menjadi Teen, seperti GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dan banyak lagi.

Catatan:
Maraknya games kekerasan yang menampilkan adegan seksual di tengah-tengah permainan seperti ‘GTA: San Andreas’ dan ‘Mass Effect’ mendapat kecaman keras dari banyak kalangan seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton. Hal ini memaksa produsennya mengganti rating ESRB-nya menjadi AO (awalnya M <Mature>) dan mengakibatkan profit perusahaannya turun hingga $28.8 juta.

Salah satu peristiwa tragis yang dipicu oleh games kekerasan terjadi pada 20 Oktober 2003. Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh dua remaja, William dan Josh Buckner, karena keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian itu, Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.

3. TV
• Atur jam menonton TV
o No TV di bawah umur 2 tahun.
o Anak 5--7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari
• Kenalkan dan diskusikan tentang program TV yang baik dan buruk.

4. INTERNET
• Perhatikan letak komputer. Jangan pasang komputer menghadap dinding.
• Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno)
• Buat kesepakatan tentang waktu bermain internet.
• Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di komputer.

Ikhtiar terakhir orang tua:
1. Perbanyak mendengarkan perasaan. Gunakan dua telinga lebih sering daripada satu mulut.
2. Orang tua harus TTS (tegas, tegar, sabar).
3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan melalui seminar, pelatihan, buku parenting dan ilmu agama)
4. Setelah semua upaya —> DOA

Jujur, ketika saya mengikuti seminar ini, beberapa kali saya menitikkan airmata. Betapa saya merinding hebat dan ingin segera pulang memeluk anak-anak saya.

Semoga kita tidak termasuk jenis orang tua yang pingsan dan abai.
Semoga anak-anak kita menjadi orang saleh yang selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa.

Note: ===============
Terimakasih kepada ayah/bunda yang telah berkenan menuliskan hasil seminar ini untuk bisa di ketahui oleh lebih banyak orang tua dan guru.